Jakarta merupakan kota metropolitan, Ibu Kota yang menjadi pusat kegiatan perekonomian masyarakat. setiap hari hiruk pikuk udara dan lalu lalang kendaraan berjalan silih berganti menuju kantor, sekolah, ataupun mall. Siapa yang tidak tertarik dengan kemampuannya yang dapat dikatakan lahannya untuk mencari pekerjaan. namun, ada juga yang mengatakan bahwa Ibu Kota lebih kejam daripada Ibu tiri. Hal tersebut dikarenakan banyaknya penduduk yang keadaan ekonominya berada di bawah garis kemiskinan dan pengangguran. Masalah macet dan banjir pun juga dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di Jakarta.
Pembangunan gedung bertingkat semakin marak di kota Jakarta. Para pengusaha membuka peluang kerja dengan mendirikan perusahaan. Memang tidak dapat dipungkiri keberadaan perusahaan - perusahaan mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Hal tersebut dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada. Namun keuntungan yang didapatkan juga diiringi dengan kerugian.
Kerugian pertama yaitu eksploitasi terhadap lahan yang dijadikan target pembangunan gedung bertingkat dapat menyebabkan terbatasnya tanah yang digunakan untuk penampungan air hujan sehingga dapat menimbulkan banjir. Selain itu, untuk mendapatkan lahan tersebut dapat menimbulkan kericuhan bagi warga yang tidak ingin tanahnya dijual. Akibatnya terjadi perpecahan diantara warga dengan pihak perusahaan yang seharusnya digunakan untuk
Kerugian kedua yaitu sering terjadi kemacetan karena lahan yang seharusnya digunakan untuk pelebaran jalan disalahgunakan untuk pembangunan gedung bertingkat.
kerugian ketiga yaitu menimbulkan pemanasan global akibat adanya pantulan sinar matahari oleh kaca - kaca yang berada pada gedung bertingkat tersbut sehingga kutub es di utara mencair dan kondisi iklim di dunia tidak stabil.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa setiap tindakan sebaiknya dipikirkan dengan baik sehingga kemungkinan - kemungkinan buruk dapat diantisipasi. Semua keputusan memiliki keuntungan dan kerugian masing - masing. Hal tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Minggu, 03 Oktober 2010
ETIKA PRODUSEN dan KONSUMEN
Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembrli. Jika kita perhatian, pernyataan tersebut bukanlah hal yang asing lagi. Namun, banyak hal yang belum kita ketahui yaitu tentang hak dan kewajiban penjual dan pembeli. Keduanya memiliki hubungan yang saling menguntungkan atau bersimbiosis mutualisme. Mengapa demikian? Hal tersebut disebankan karena penjual memperoleh keuntungan dari hasil penjualan barang atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan pembeli dapat menikmati dan memanfaatkan barang atau jasa yang telah diberikan penjual.
Penjual disebut dengan produsen yaitu suatu badan atau seseorang yang dapat menghasikan barang atau jasa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. pembali disebut dengan konsumen yaitu suatu badan atau seseorang yang memakai atau menghabiskan barang atau jasa yang ditawarkan produsen. Terlintas ada di benak kita, apakah hubungan yang terjalin antara produsen dan konsumen berjalan dengan lancar? Jawabannya belum tentu, karena bisa saja terjadi kecurangan yang dilakukan salah satu pihak. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hak dan kewajiban dari kedua belah pihak.
Hak dan kewajiban konsumen antara lain yaitu :
1. Konsumen berhak mendapatkan produk yang aman
2. Konsumen berhak mendapatkan informasi tentang produk
3. Konsumen berhak untuk mengungkapkan pilihan atas produk yang ditawarkan
4. Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi aoabila produk yang dibeli berdampak negatif terhadap konsumen
Sedangkan kewajiban konsumen antara lain yaitu :
1. Membaca informasi yang ada pada bungkus produk demi keamanan penggunaan produk
2. Membayar atas produk yang akan dibeli
3. Tidak menipu produsen dengan menggunakan alaat pembayaran palsu
Selain konsumen, produsen juga memiliki hak dan kewajiban yaitu :
Hak produsen antara lain :
1. Hak untuk menerima uang pembayaran sesuai dengan kesepakatan
2. Hak untuk menuntut konsumen apabila terjadi penipuan alat pembayaran
3. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan pembelaan apabila produk yang dijuak tidak terbukti berdampak negatif
Sedangkan kewajiban produsen antara lain :
1. Memberikann informasi yang benar dan sesuai dengan keadaan produk
2. Melayani konsumen dengan baik karena " Pembeli adalah Raja "
3. Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan merupakan produk yang aman dan layak untuk dikonsumsi
4. Memberikan ganti rugi apabila produk yang dijual berdampak negatif bagi konsumen
Itulah hal yang harus diperhatikan bagi produsen dan konsumen agar terciptanya hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan di kedua belah pihak. Hak dan kewajiban harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik sesuai peraturannnya masing - masing sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Penjual disebut dengan produsen yaitu suatu badan atau seseorang yang dapat menghasikan barang atau jasa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. pembali disebut dengan konsumen yaitu suatu badan atau seseorang yang memakai atau menghabiskan barang atau jasa yang ditawarkan produsen. Terlintas ada di benak kita, apakah hubungan yang terjalin antara produsen dan konsumen berjalan dengan lancar? Jawabannya belum tentu, karena bisa saja terjadi kecurangan yang dilakukan salah satu pihak. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui hak dan kewajiban dari kedua belah pihak.
Hak dan kewajiban konsumen antara lain yaitu :
1. Konsumen berhak mendapatkan produk yang aman
2. Konsumen berhak mendapatkan informasi tentang produk
3. Konsumen berhak untuk mengungkapkan pilihan atas produk yang ditawarkan
4. Konsumen berhak mendapatkan ganti rugi aoabila produk yang dibeli berdampak negatif terhadap konsumen
Sedangkan kewajiban konsumen antara lain yaitu :
1. Membaca informasi yang ada pada bungkus produk demi keamanan penggunaan produk
2. Membayar atas produk yang akan dibeli
3. Tidak menipu produsen dengan menggunakan alaat pembayaran palsu
Selain konsumen, produsen juga memiliki hak dan kewajiban yaitu :
Hak produsen antara lain :
1. Hak untuk menerima uang pembayaran sesuai dengan kesepakatan
2. Hak untuk menuntut konsumen apabila terjadi penipuan alat pembayaran
3. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan pembelaan apabila produk yang dijuak tidak terbukti berdampak negatif
Sedangkan kewajiban produsen antara lain :
1. Memberikann informasi yang benar dan sesuai dengan keadaan produk
2. Melayani konsumen dengan baik karena " Pembeli adalah Raja "
3. Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan merupakan produk yang aman dan layak untuk dikonsumsi
4. Memberikan ganti rugi apabila produk yang dijual berdampak negatif bagi konsumen
Itulah hal yang harus diperhatikan bagi produsen dan konsumen agar terciptanya hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan di kedua belah pihak. Hak dan kewajiban harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik sesuai peraturannnya masing - masing sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Selasa, 28 September 2010
MASALAH POKOK DALAM ETIKA BISNIS
Ads by Value Media
Andaikan anda adalah seorang direktur teknik yang harus menerapkan teknologi baru. Anda tahu teknologi ini diperlukan dapat meningkatkan efisiensi industri, namun pada saat yang sama juga membuat banyak pegawai yang setia akan kehilangan pekerjaan, karena teknologi ini hanya memerlukan sedikit tenaga kerja saja. Bagaimana sikap anda? Dilema moral ini menunjukkan bahwa masalah etika juga meliputi kehidupan bisnis. Perusahaan dituntut untuk menetapkan patokan etika yang dapat diserap oleh masyarakat dalam pengambilan keputusannya. Sedangkan di pihak lain, banyak masyarakat menganggap etika itu hanya demi kepentingan perusahaan sendiri. Tantangan yang dihadapi serta kesadaran akan keterbatasan perusahaan dalam memperkirakan dan mengendalikan setiap keputusannya membuat perusahaan semakin sadar tentang tantangan etika yang harus dihadapi.
INOVASI, PERUBAHAN DAN LAPANGAN KERJA
Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi dan perubahan. Sering terjadi tekanan untuk berubah membuat perusahaan atau masyarakat tidak mempunyai pilihan lain. Perusahaan harus menanam modal pada mesin dan pabrik baru yang biasanya menimbulkan masalah karena ketidakcocokan antara keahlian tenaga kerja yang dimiliki dan yang dibutuhkan oleh teknologi baru. Sedangkan perusahaan yang mencoba menolak perubahan teknologi biasanya menghadapi ancaman yang cukup besar sehingga memperkuat alasan perlunya melakukan perubahan. Keuntungan ekonomis dari inovasi dan perubahan biasanya digunakan sebagai pembenaran yang utama.
Sayangnya biaya sosial dari perubahan jarang dibayar oleh para promotor inovasi. Biaya tersebut berupa hilangnya pekerjaan, perubahan dalam masyarakat, perekonomian, dan lingkungan. Biaya-biaya ini tak mudah diukur. Tantangan sosial yang paling mendasar berasal dari masyarakat yang berdiri di luar proses. Dampak teknologi baru bukan mustahil tak dapat diprediksi. Kewaspadaan dan keterbukaan yang berkesinambungan merupakan tindakan yang penting dalam usaha perusahaan memenuhi kewajibannya.
Dampak inovasi dan perubahan terhadap tenaga kerja menimbulkan banyak masalah dibanding aspek pembangunan lainnya. Banyak pegawai menganggap inovasi mengecilkan kemampuan mereka. Hal ini mengubah kondisi pekerjaan serta sangat mengurangi kepuasan kerja. Perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar untuk menyediakan lapangan kerja dan menciptakan tenaga kerja yang mampu bekerja dalam masa perubahan. Termasuk di dalamnya adalah
mendukung, melatih, dan mengadakan sumber daya untuk menjamin orang-orang yang belum bekerja memiliki keahlian dan dapat bersaing untuk menghadapi dan mempercepat perubahan.
PASAR DAN PEMASARAN
Monopoli adalah contoh yang paling ekstrem dari distorsi dalam pasar. Ada banyak alasan untuk melakukan konsentrasi industri, misal, meningkatkan kemampuan berkompetisi, memudahkan permodalan, hingga semboyan “yang terkuat adalah yang menang”. Penyalahgunaan kekuatan pasar melalui monopoli merupakan perhatian klasik terhadap bagaimana pasar dan pemasaran dilaksanakan. Kecenderungan untuk berkonsentrasi dan kekuatan nyata dari perusahaan raksasa harus dilihat secara hati-hati.
Banyak kritik diajukan pada aspek pemasaran, misal, penyalahgunaan kekuatan pembeli, promosi barang yang berbahaya, menyatakan nilai yang masih diragukan, atau penyalahgunaan spesifik lain, seperti iklan yang berdampak buruk bagi anak-anak. Diperlukan kelompok penekan untuk mengkritik tingkah laku perusahaan. Negara pun dapat menentukan persyaratan dan standar.
PENGURUS DAN GAJI DIREKSI
Unsur kepengurusan adalah bagian penting dari agenda kebijaksanaan perusahaan karena merupakan kewajiban yang nyata dalam bertanggungjawab terhadap barang dan dana orang lain. Perusahaan wajib melaksanakan pengurusan manajemen dengan tekun atas semua harta yang dipertanggungjawabkan pada pemberi tugas. Tugas terutama berada pada pundak direksi yang diharapkan bertindak loyal, dapat dipercaya, serta ahli dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak boleh menyalahgunakan posisinya. Mereka bertanggung jawab pada perusahaan juga undang-undang. Dalam hal ini auditing memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas antara kebutuhan manajer untuk menjalankan tugasnya dan hak pemegang saham untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan para manajer. Perdebatan mengenai gaji direksi terjadi karena adanya ketidakadilan dalam proses penentuannya, ruang gerak yang dimungkinkan bagi direksi, kurang jelasnya hubungan antara kinerja organisasi dan penggajian, paket-paket tambahan tersembunyi dan kelemahan dalam pengawasan. Tampaknya gaji para direksi meningkat, sementara tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata cenderung menurun, dan nilai saham berfluktuasi. Hal ini menimbulkan kritik dan kesadaran untuk menyoroti kenaikan gaji para eksekutif senior. Informasi dan pembatasan eksternal merupakan unsur penting dalam upaya menyelesaikan penyalahgunaan yang terjadi.
TANTANGAN MULTINASIONAL
Sering terjadi, perusahaan internasional mengambil tindakan yang tak dapat diterima secara lokal. Banyak pertanyaan mendasar bagi perusahaan multinasional, seperti kemungkinan masuknya nilai moral budaya ke budaya masyarakat lain, atau kemungkinan perusahaan mengkesploitasi lubang-lubang perundang-undangan dalam sebuah negara demi kepentingan mereka. Dalam prakteknya, perusahaan internasional mempengaruhi perkembangan ekonomi sosial masyarakat suatu negara. Mereka dapat mensukseskan aspirasi negara atau justru malah membuat frustasi dengan menghambat tujuan nasional. Hal ini meningkatkan kewajiban bagi perorangan maupun industri untuk melaksanakan aturan kode etik secara internal maupun eksternal.
(Sumber: Tom Cannon, Coporate Responsibility)
Andaikan anda adalah seorang direktur teknik yang harus menerapkan teknologi baru. Anda tahu teknologi ini diperlukan dapat meningkatkan efisiensi industri, namun pada saat yang sama juga membuat banyak pegawai yang setia akan kehilangan pekerjaan, karena teknologi ini hanya memerlukan sedikit tenaga kerja saja. Bagaimana sikap anda? Dilema moral ini menunjukkan bahwa masalah etika juga meliputi kehidupan bisnis. Perusahaan dituntut untuk menetapkan patokan etika yang dapat diserap oleh masyarakat dalam pengambilan keputusannya. Sedangkan di pihak lain, banyak masyarakat menganggap etika itu hanya demi kepentingan perusahaan sendiri. Tantangan yang dihadapi serta kesadaran akan keterbatasan perusahaan dalam memperkirakan dan mengendalikan setiap keputusannya membuat perusahaan semakin sadar tentang tantangan etika yang harus dihadapi.
INOVASI, PERUBAHAN DAN LAPANGAN KERJA
Aspek bisnis yang paling menimbulkan pertanyaan menyangkut etika adalah inovasi dan perubahan. Sering terjadi tekanan untuk berubah membuat perusahaan atau masyarakat tidak mempunyai pilihan lain. Perusahaan harus menanam modal pada mesin dan pabrik baru yang biasanya menimbulkan masalah karena ketidakcocokan antara keahlian tenaga kerja yang dimiliki dan yang dibutuhkan oleh teknologi baru. Sedangkan perusahaan yang mencoba menolak perubahan teknologi biasanya menghadapi ancaman yang cukup besar sehingga memperkuat alasan perlunya melakukan perubahan. Keuntungan ekonomis dari inovasi dan perubahan biasanya digunakan sebagai pembenaran yang utama.
Sayangnya biaya sosial dari perubahan jarang dibayar oleh para promotor inovasi. Biaya tersebut berupa hilangnya pekerjaan, perubahan dalam masyarakat, perekonomian, dan lingkungan. Biaya-biaya ini tak mudah diukur. Tantangan sosial yang paling mendasar berasal dari masyarakat yang berdiri di luar proses. Dampak teknologi baru bukan mustahil tak dapat diprediksi. Kewaspadaan dan keterbukaan yang berkesinambungan merupakan tindakan yang penting dalam usaha perusahaan memenuhi kewajibannya.
Dampak inovasi dan perubahan terhadap tenaga kerja menimbulkan banyak masalah dibanding aspek pembangunan lainnya. Banyak pegawai menganggap inovasi mengecilkan kemampuan mereka. Hal ini mengubah kondisi pekerjaan serta sangat mengurangi kepuasan kerja. Perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar untuk menyediakan lapangan kerja dan menciptakan tenaga kerja yang mampu bekerja dalam masa perubahan. Termasuk di dalamnya adalah
mendukung, melatih, dan mengadakan sumber daya untuk menjamin orang-orang yang belum bekerja memiliki keahlian dan dapat bersaing untuk menghadapi dan mempercepat perubahan.
PASAR DAN PEMASARAN
Monopoli adalah contoh yang paling ekstrem dari distorsi dalam pasar. Ada banyak alasan untuk melakukan konsentrasi industri, misal, meningkatkan kemampuan berkompetisi, memudahkan permodalan, hingga semboyan “yang terkuat adalah yang menang”. Penyalahgunaan kekuatan pasar melalui monopoli merupakan perhatian klasik terhadap bagaimana pasar dan pemasaran dilaksanakan. Kecenderungan untuk berkonsentrasi dan kekuatan nyata dari perusahaan raksasa harus dilihat secara hati-hati.
Banyak kritik diajukan pada aspek pemasaran, misal, penyalahgunaan kekuatan pembeli, promosi barang yang berbahaya, menyatakan nilai yang masih diragukan, atau penyalahgunaan spesifik lain, seperti iklan yang berdampak buruk bagi anak-anak. Diperlukan kelompok penekan untuk mengkritik tingkah laku perusahaan. Negara pun dapat menentukan persyaratan dan standar.
PENGURUS DAN GAJI DIREKSI
Unsur kepengurusan adalah bagian penting dari agenda kebijaksanaan perusahaan karena merupakan kewajiban yang nyata dalam bertanggungjawab terhadap barang dan dana orang lain. Perusahaan wajib melaksanakan pengurusan manajemen dengan tekun atas semua harta yang dipertanggungjawabkan pada pemberi tugas. Tugas terutama berada pada pundak direksi yang diharapkan bertindak loyal, dapat dipercaya, serta ahli dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak boleh menyalahgunakan posisinya. Mereka bertanggung jawab pada perusahaan juga undang-undang. Dalam hal ini auditing memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas antara kebutuhan manajer untuk menjalankan tugasnya dan hak pemegang saham untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan para manajer. Perdebatan mengenai gaji direksi terjadi karena adanya ketidakadilan dalam proses penentuannya, ruang gerak yang dimungkinkan bagi direksi, kurang jelasnya hubungan antara kinerja organisasi dan penggajian, paket-paket tambahan tersembunyi dan kelemahan dalam pengawasan. Tampaknya gaji para direksi meningkat, sementara tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata cenderung menurun, dan nilai saham berfluktuasi. Hal ini menimbulkan kritik dan kesadaran untuk menyoroti kenaikan gaji para eksekutif senior. Informasi dan pembatasan eksternal merupakan unsur penting dalam upaya menyelesaikan penyalahgunaan yang terjadi.
TANTANGAN MULTINASIONAL
Sering terjadi, perusahaan internasional mengambil tindakan yang tak dapat diterima secara lokal. Banyak pertanyaan mendasar bagi perusahaan multinasional, seperti kemungkinan masuknya nilai moral budaya ke budaya masyarakat lain, atau kemungkinan perusahaan mengkesploitasi lubang-lubang perundang-undangan dalam sebuah negara demi kepentingan mereka. Dalam prakteknya, perusahaan internasional mempengaruhi perkembangan ekonomi sosial masyarakat suatu negara. Mereka dapat mensukseskan aspirasi negara atau justru malah membuat frustasi dengan menghambat tujuan nasional. Hal ini meningkatkan kewajiban bagi perorangan maupun industri untuk melaksanakan aturan kode etik secara internal maupun eksternal.
(Sumber: Tom Cannon, Coporate Responsibility)
Sabtu, 25 September 2010
BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA
Ini merupakan kisah seorang gadis yang baik hati. Terlahir 22 tahun yang silam, gadis itu bernama Nina Septiana. Bungsu dari 4 bersaudara ini memiliki pemikiran yang berbeda dengan ketiga kakaknya. Mempunyai 3 orang kakak perempuan menjadikan gadis ini ingin tampil sedikit berbeda . Mulai dari pakaian, sikap, sampai pada pemikiran tentang kehidupan. Tapi itulah saya, Nina Septiana.
Namun, tujuan saya dan ketiga kakak saya adalah sama yaitu ingin membahagiakan kedua orang tua. Ketiga kakak saya mengikuti pendidikan di sekolah kejuruan karena mereka merasa bahwa dengan bekerja dapat meringankan beban orang tua. Selain itu, jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi membutuhkan lebih banyak wakatu, tenaga, dan biaya. Apalagi keluarga kami bukanlah termasuk kelas ekonomi menengah ke atas, sehingga untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sangat sulit.
Berbeda dengan ketiga kakak saya, setelah lulus SMP target saya yaitu memasuki SMA Negeri dan mengambil jurusan IPA. Sejak kecil saya mempunyai cita - cita menjadi seorang dokter. Akhirnya mimpi itu musnah karena biaya kuliah di fakultas kedokteran sangat mahal. Hal tersebut tidak membuat saya putus asa. Ketika SMA tempat saya mengikuti pendidikan mengadakan tes untuk masuk Universitas Gunadarma, saya langsung mendaftarkan diri. Alhamdulillah saya lolos dan bisa melanjutkan sekolah di Universitas Gunadarma dengan mengambil Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen. Berawal dari nol karena sewaktu SMA saya mengambil jurusan IPA. Tapi dengan semangat yang berkobar - kobar bagaikan obor PON, saya terus belajar. Ternyata usaha dan perjuangan saya tidak sia - sia karena saya mendapat nilai yang sangat memuaskan.
Walaupun harus jatuh bangun untuk mencapainya tapi semangat saya tidak pernah pudar. Apalagi pada waktu semester 6 yaitu tugas untuk menyelesaikan sarjana muda dengan membuat Penulisan Ilmiah menjadikan saya harus eksra ketat mempelajari dan menyelesakan Penulisan Ilmiah tersebut. Memasuki semester 7, saya berfikir inilah waktunya untuk rehab sebentar sebelum menghadapi skripsi. Namun, baru awal mengikuti perkuliahan ternyata saya mendapatkan tawaran bekerja di PT BUMI KARYA ARTHA yang bergerak dalam bidang distribusi dan suplier bahan bakar gas. Inilah hal yang membuat saya bingung harus bagaimana. Apakah saya harus :
1. Menerima tawaran tersebut, lalu cuti kuliah ?
2. Menolak tawaran tersebut dan melanjutkan kuliah ?
Bagaikan makan buah simalakama, menurut pemikiran saya jika pilihan 1 saya pilih maka gelar S1 akan tertunda. Lalu sampai kapan saya harus cuti kuliah ? Secara logika tidak mungkin cuti kuliah sampai berhenti bekerja sedangkan waktu terus berjalan. Padaahal kurang dari 1 tahun lagi gelar S.E akan melekat dibelakang nama saya. Namun jika pilihan 2 saya pilih, maka hilanglah kesempatan untuk bekerja sedangkan orang tua saya sangat menginginkan saya cepat bekerja.
T
Tetapi jika ALLAH mengizinkan saya memilih dan ALLAH pastikan mengabulkan permintaan, maka saya akan menjalankan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pilihan saya yaitu :
1. Menerima tawaran bekerja, namun pindah kuliah kelas malam. Tapi kendalanya apakah universitas tempat saya bernaung untuk mengikuti pendidikan mengizinkan saya untuk pindah kuliah kelas malam ?
2. Jika tidak bisa pindah kuliah kelas malam, saya ingin tetap menerima tawaran tersebut. Tapi kendalanya apakah mungkin pihak perusahaan ataupun kampus dapat mentolerir kehadiran saya ? sedangkan kedua pihak memiliki aturan yang berbeda.
Namun, tujuan saya dan ketiga kakak saya adalah sama yaitu ingin membahagiakan kedua orang tua. Ketiga kakak saya mengikuti pendidikan di sekolah kejuruan karena mereka merasa bahwa dengan bekerja dapat meringankan beban orang tua. Selain itu, jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi membutuhkan lebih banyak wakatu, tenaga, dan biaya. Apalagi keluarga kami bukanlah termasuk kelas ekonomi menengah ke atas, sehingga untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sangat sulit.
Berbeda dengan ketiga kakak saya, setelah lulus SMP target saya yaitu memasuki SMA Negeri dan mengambil jurusan IPA. Sejak kecil saya mempunyai cita - cita menjadi seorang dokter. Akhirnya mimpi itu musnah karena biaya kuliah di fakultas kedokteran sangat mahal. Hal tersebut tidak membuat saya putus asa. Ketika SMA tempat saya mengikuti pendidikan mengadakan tes untuk masuk Universitas Gunadarma, saya langsung mendaftarkan diri. Alhamdulillah saya lolos dan bisa melanjutkan sekolah di Universitas Gunadarma dengan mengambil Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen. Berawal dari nol karena sewaktu SMA saya mengambil jurusan IPA. Tapi dengan semangat yang berkobar - kobar bagaikan obor PON, saya terus belajar. Ternyata usaha dan perjuangan saya tidak sia - sia karena saya mendapat nilai yang sangat memuaskan.
Walaupun harus jatuh bangun untuk mencapainya tapi semangat saya tidak pernah pudar. Apalagi pada waktu semester 6 yaitu tugas untuk menyelesaikan sarjana muda dengan membuat Penulisan Ilmiah menjadikan saya harus eksra ketat mempelajari dan menyelesakan Penulisan Ilmiah tersebut. Memasuki semester 7, saya berfikir inilah waktunya untuk rehab sebentar sebelum menghadapi skripsi. Namun, baru awal mengikuti perkuliahan ternyata saya mendapatkan tawaran bekerja di PT BUMI KARYA ARTHA yang bergerak dalam bidang distribusi dan suplier bahan bakar gas. Inilah hal yang membuat saya bingung harus bagaimana. Apakah saya harus :
1. Menerima tawaran tersebut, lalu cuti kuliah ?
2. Menolak tawaran tersebut dan melanjutkan kuliah ?
Bagaikan makan buah simalakama, menurut pemikiran saya jika pilihan 1 saya pilih maka gelar S1 akan tertunda. Lalu sampai kapan saya harus cuti kuliah ? Secara logika tidak mungkin cuti kuliah sampai berhenti bekerja sedangkan waktu terus berjalan. Padaahal kurang dari 1 tahun lagi gelar S.E akan melekat dibelakang nama saya. Namun jika pilihan 2 saya pilih, maka hilanglah kesempatan untuk bekerja sedangkan orang tua saya sangat menginginkan saya cepat bekerja.
T
Tetapi jika ALLAH mengizinkan saya memilih dan ALLAH pastikan mengabulkan permintaan, maka saya akan menjalankan pilihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pilihan saya yaitu :
1. Menerima tawaran bekerja, namun pindah kuliah kelas malam. Tapi kendalanya apakah universitas tempat saya bernaung untuk mengikuti pendidikan mengizinkan saya untuk pindah kuliah kelas malam ?
2. Jika tidak bisa pindah kuliah kelas malam, saya ingin tetap menerima tawaran tersebut. Tapi kendalanya apakah mungkin pihak perusahaan ataupun kampus dapat mentolerir kehadiran saya ? sedangkan kedua pihak memiliki aturan yang berbeda.
MASALAH DALAM KEHIDUPAN
Kehidpan manusia selalu berhubungan dengan uang. Membeli pakaian, Makanan, Untuk berobat, bahkan untuk membuang air kecil pun harus menggunakan uang. Tentu saja haal tersebut tidak mengherankan lagi karena uang adalah salah 1 syarat utama bagi kalangsungan hidup manusia. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk dapat bekerja sehingga menghasilkan uang yaitu pendidikan.
Biaya pendidikan semakin mahal sehingga banyak anak yang putus sekolah dan akhirnya mereka pun mencari pekerjaan yang hanya mengandalkan keterampilan seadanya. Sebagai contoh banyak anak-anak di jalanan yang menjadi pengamen, loper koran, pedagang asongan, tukang sampah, bahkan pengemis. Itulah kehidupan, yang sangat keras dan kajam. Siapa yang dapat bertahan, maka dia adalah pemenangnya.
Namun kita harus percaya sesulit apapun masalah dalam menjalani hidup ini, ALLAH tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya diluar batas kemampuan manusia tersebut. Jadi, dapat kita ambil kesimpulan bahwa setiap manusia pasti bisa mengatasi masalah sebesar apapun masalah itu.
Biaya pendidikan semakin mahal sehingga banyak anak yang putus sekolah dan akhirnya mereka pun mencari pekerjaan yang hanya mengandalkan keterampilan seadanya. Sebagai contoh banyak anak-anak di jalanan yang menjadi pengamen, loper koran, pedagang asongan, tukang sampah, bahkan pengemis. Itulah kehidupan, yang sangat keras dan kajam. Siapa yang dapat bertahan, maka dia adalah pemenangnya.
Namun kita harus percaya sesulit apapun masalah dalam menjalani hidup ini, ALLAH tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya diluar batas kemampuan manusia tersebut. Jadi, dapat kita ambil kesimpulan bahwa setiap manusia pasti bisa mengatasi masalah sebesar apapun masalah itu.
Jumat, 20 Agustus 2010
HASIL SIDANG
ALHAMDULILLAH sidang yang aku takutkan kini berbuah indah dan manis. Aku mendapat nilai A. tidak sia - sia perjuangan dan doa yang selama ini aku panjatkan kepada ALLah akhirnya dikabulkan. Semua itu tidak terlepas dari doa dan dukungan dari orang - orang yang sayang sama aku yaitu orang tua serta keluarga besar, kekasihku yang paling aku sayang, dan teman yang merasa satu perjuangan dengan aku. Walaupun setelah sidang aku merasa sesuatu yang beda dengan kondisi di perkuliahan tapi aku tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aku tidak akan membenci orang - orang yang menganggap aku buruk, biarlah mereka yang membenciku. Tapi inilah AKU, NINA SEPTIANA, aku tidak pernah merasa diriku sempurna tapi aku akan berusaha untuk menjadi sempurna demi orang - orang yang aku sayangi. Aku memang orang biasa tapi aku akan berusaha untuk menjadi orang yang luar biasa bagi orang yang ada di sekitarku.
Aku percaya pada istilah " ORANG IRI TANDA TAK MAMPU ". Justru aku merasa bangga jika ada orang yang iri dengan aku, karena mungkin saja orang tersebut tidak leih baik bila dibandingkan dengan aku. Aku bersyukur dengan apa yang aku miliki sambil melakukan yang terbaik apa yang aku bisa.
Akan aku buktikan janjiku untuk orang - orang yang aku sayangi terutama keluarga besarku.
Semoga keinginanku tercapai dan dikabulkan oleh ALLAH.AMIN
Goodluck.......
Aku percaya pada istilah " ORANG IRI TANDA TAK MAMPU ". Justru aku merasa bangga jika ada orang yang iri dengan aku, karena mungkin saja orang tersebut tidak leih baik bila dibandingkan dengan aku. Aku bersyukur dengan apa yang aku miliki sambil melakukan yang terbaik apa yang aku bisa.
Akan aku buktikan janjiku untuk orang - orang yang aku sayangi terutama keluarga besarku.
Semoga keinginanku tercapai dan dikabulkan oleh ALLAH.AMIN
Goodluck.......
Selasa, 08 Juni 2010
PERSIAPAN SIDANG
WAH.....bentar lagi sidang ney, pasti deg deg an bet. tapi hari itu pasti akan tiba.
mga semua akan berjlan dengan lancar sesuai apa yg aku harapkan.amin ya robbal alamin.
Kira - kira persiapan apa yg bkal aku siapkan :
1. yang pasti mental itu no wahid,karena apa? yah kalau g ad mental, g bkal bs presentasi, ntar yun msuk ruang sidang dh pingsan dluan lg. duch jgn sampe aku ky gitu.
2. Kesehatan jg pnting bet karena kalau g sehat ntr g bs menjalani sidang.
3. kuasai materi dengan sungguh2.
4. banyak2 berdoa
5. Minta dukungan dari orang2 terdekat terutama orang tua dan keluarga, special juga mnta doa m ayankqu. hhheee.....
Intinya kay gitu dech, persiapan aku. doain aku ya teman2.
met berjuang,,,good luck.
mga semua akan berjlan dengan lancar sesuai apa yg aku harapkan.amin ya robbal alamin.
Kira - kira persiapan apa yg bkal aku siapkan :
1. yang pasti mental itu no wahid,karena apa? yah kalau g ad mental, g bkal bs presentasi, ntar yun msuk ruang sidang dh pingsan dluan lg. duch jgn sampe aku ky gitu.
2. Kesehatan jg pnting bet karena kalau g sehat ntr g bs menjalani sidang.
3. kuasai materi dengan sungguh2.
4. banyak2 berdoa
5. Minta dukungan dari orang2 terdekat terutama orang tua dan keluarga, special juga mnta doa m ayankqu. hhheee.....
Intinya kay gitu dech, persiapan aku. doain aku ya teman2.
met berjuang,,,good luck.
Langganan:
Postingan (Atom)
