Senin, 29 November 2010

ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

1.Etika Utilitarianisme Dalam Bisnis
*Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
*Nilai Positif Etika Utilitarianisme
*Utilitarianisme Sebagai Proses dan Standar Penilaian
*Analisa Keuntungan dan Kerugian
*Kelemahan Etika Utilitarianisme

Etika Utilitarianisme
*Dikembangkan pertama kali oleh Jeremi Bentham (1748 -1832).
*Adalah tentang bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal secara moral.

2.Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
*Pertama, MANFAAT
*Kedua, MANFAAT TERBESAR
*Ketiga, MANFAAT TERBESAR BAGI SEBANYAK MUNGKIN ORANG

"Bertindaklah sedemikian rupa sehingga tindakanmu itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak mungkin orang."
Dapat disimpulkan bahwa, apabila kita melakukan suatu tindakan haruslah memikirkan dampak baik dan buruknya. Seseorang yang berpikir jauh ke depan akan merasa siap apabila mengahadapi masalah yang mungkin terjadi. Selian itu, antisipasi dalam menghadapi kemungkinan buruk juga perlu diperhatikan. Oleh karen itu, seharusnya kita dapat melakukan tindakan yang baik untuk medapatkan keuntungan bagi kita maupun ornga lain sehingga tidak ada saatupun pihak yang merasa dirugikan.


3.Nilai Positif Etika Utilitarianisme
*Pertama, Rasionalitas.
*Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
*Ketiga, Universalitas.

Rasionalitas yaitu apapun tindakan kita harus berdasarkan nalar dan akal sehat manusia sehingga dapat diterima orang lain.

Pelaku moral harus bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukan. kebebasan disini bukanlah bebas dalam melakukan tindakan yang dapat merugiakan orang lain tetapi justru kebebasan dalam arti positif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Masud dari universalitas yaitu menyeluruh, bukan pihak-pihak tertentu ataupun sebagian golongan saja.


Utilitarianisme sbg proses dan sebagai Standar Penilaian
*Pertama, etika utilitarianisme digunakan sbg proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak.
*Kedua, etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

4.Analisis Keuntungan dan Kerugian
Dalam Etika Utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dg semua orang yg terkait, shg analisis keuntungan dan kerugian tidak lagi semata-mata tertuju langsung pd keuntungan bagi perusahaan.

Analisis keuntungan dan kerugian dalam kerangka Etika bisnis:
*Pertama, keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yg dianalisis tidak dipusatkan pd keuntungan dan kerugian perusahaan.
*Kedua, analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dlm kerangka uang.
*Ketiga, analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang

5.Langkah konkret yang perlu diambil dalam membuat kebijaksanaan bisnis , berkaitan dg Analisis keuntungan dan kerugian :
*Mengumpulkan dan mempertimbangkan alternatif kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sebanyak-banyaknya.
*Seluruh alternatif pilihan dalam analisis keuntungan dan kerugian, dinilai berdasarkan keuntungan yg menyangkut aspek-aspek moral.
*Analisis Neraca keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan dalam kerangka jk panjang.

6.Kelemahan Etika Utilitarisme
*Pertama, manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit
*Kedua, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dg akibatnya.
*Ketiga, etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
*Keempat, variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.
*Kelima, seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya
*Keenam, etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar